Berebut Tanda tangan Pemain Video Mesum
Berebut Tanda tangan Pemain Video Mesum
Senin, 18 Desember 2006
Dunia memang serba terbalik. Pedangdut Maria Eva (ME), tokoh pemain video porno dengan anggota DPR RI diserbu pengungsi Lapindo yang ingin meminta tanda tangan
Hidayatullah.com—Dunia betul-betul terbalik. Penyanyi dangdut yang terlibat skandal video mesum dengan mantan anggota DPR Yahya Zaini, Maria Eva (ME) tiba-tiba menjadi idola para pengungsi lumpur Lapindo di Sidoarjo.
Maria pulang ke kampung halamannya di Sidoarjo, Jawa Timur, untuk menghadiri acara reuni di SMAM (SMA Muhammadiyah) 2 Sidoarjo. Usai reuni, ME didaulat pengungsi bencana lumpur PT Lapindo Brantas, untuk menghibur mereka di Pasar Baru Porong.
ME akhirnya menghibur anak-anak pengungsi dengan melantunkan sebuah lagu dangdut berjudul, “Aku Cinta Kamu.”
ME juga menyantuni para pengungsi lumpur dengan memberikan bantuan 50 dus mie goreng. Bantuan ini diserahkan kepada petugas Satuan Pelaksana Penanganan Bencana Lumpur.
Sebelum meninggalkan lokasi, ME sibuk melayani permintaan tandatangan dari anak-anak pengungsi.
Wanita dengan nama asli Maria Ulfa ini memang salah satu alumni SMAM 2 Sidoarjo. Saat hadir ia bahkan menggunakan baju muslimah warna hijau dipadu kerudung hijau kekuning-kuningan. Ia terlihat gembira, meskipun wajahnya nampak pucat.
Menariknya, sebagaimana disampaikan ME, sambutan teman-teman dan mantan guru SMA-nya sangat hangat. Seolah kasus yang dilakukan ME bukan masalah serius. “Tidak ada masalah sama sekali, teman-teman dan guru-guru semua baik. Mereka melihat persoalan yang menimpa saya sekarang adalah murni resiko dunia entertainment,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, selama ini ia telah jadi korban kelompok-kelompok tertentu. “Mereka itu orang-orang yang mengejar kebutuhan duniawi,” jelasnya sambil meminta masalah yang menimpanya tak lagi dibesar-besarkan.
Dunia memang terbalik. Mungkin Maria merantau ke Jakarta untuk mengejar kebutuhan rohani. Dan ia mendapatkannya. Terbukti ia “berhasil” mendarat di pelukan Ketua Bidang Kerohanian partai itu. [el/ant/cha]
Catatan Penting:
Bagaimana Indonesia akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT, kalau perbuatan maksiat telah menjadi biasa. Anak-anak, pemuda, bahkan orang-orang yang mencetak generasi bangsa (guru) telah mengidolakan pezina atau paling tidak menganggap perzinaan adalah hal yang lumrah. Jangan-jangan video-video mesum yang menampilkan para pelajar menyebar luas karena para guru tidak lagi menganggapnya perbuatan yang harus di berantas, mudah-mudahan ini dugaan yang salah. Perlu kita merenung semua kejadian, musibah-musibah yang menimpa rakyat Indonesia jangan-jangan juga karena kemurkaan Allah SWT karena tidak lagi memperhatikan hukum-hukumNya. Bagaimana tidak, lha dari rakyat sampai penguasa di Indonesia ini sudah tidak lagi menggunakan standar yang benar yaitu halal dan haram untuk mengukur baik dan buruk.Ingatlah saudara-saudara Allah tidak akan menurunkan azabNya secara umum,kecuali sebuah masyarakat melihat kemungkaran namun mereka tidak mau merubahnya. Mudah-mudahan kita dilindungi oleh Allah SWT dari azab yang demikian amiin.
Juni 30, 2009 at 3:49 am
penjelasan singkat
namun menarik
thx