INDONESIA MERDEKA?

INDONESIA MERDEKA?
Oleh: Tamyis Sa’ad Abdul Aziz
Pendahuluan
Banyak orang mengatakan bahwa motif penjajahan negara-negara kafir barat atas negeri-negeri kaum muslimin dahulu adalah untuk menguras kekayaan negeri-negeri kaum muslimin. Penjajahan selama 3,5 abad yang pernah dialami bangsa Indonesia misalnya, bermula dari penjajahan yang dilakukan oleh VOC. Sebagai sebuah kongsi dagang, VOC jelas bukan “institusi politik”.Pernyataan ini tidak seluruhnya salah, karena yang bisa kita amati di permukaan, memang mereka mengeruk kekayaan negeri kaum muslimin. Namun jika berhenti disini saja, mungkin anggapan ini terlalu sederhana, mengapa? Karena dalam kaca mata ideologi penjajahan atau imperialisme dengan segal bentuknya merupakan metode Kapitalis untuk menyebarkan Ideologinya. Juga harus dipahami, motif penjajahan terhadap negeri-negeri muslim sesungguhnya berbeda dengan penjajahan negeri-negeri yang lain. Kenyataan ini harus kita lihat dan hubungkan dengan sejarah kekuasaan kaum muslimin serta penjajahan negara-negara kafir barat. Sebagaimana yang telah dilupakan banyak kaum muslimin bahwa umat Islam telah menjadi negara adi daya lebih kurang 13 abad. Inilah yang membuat orang-orang kafir selalu ingin menggantikannya. Upaya mereka –orang kafir- sangat luar biasa dan tak kenal lelah, sehingga pada abad 18-an mereka mulai menuai hasilnya. Dimana pada waktu itu kaum muslimin dalam kondisi yang lemah sedangkan negara-negara barat mulai bangkit. Peperangan-peperangan yang telah dilewati semakin melemahkan kekuatan umat Islam yang masih dalam naungan Khilafah Islam. Opini dan propaganda nasionalisme yang disebarkan oleh orang-orang kafir berhasil menghancurkan kesatuan umat Islam.
Sedikit demi sedikit negeri-negeri kaum muslimin mulai dijajah secara fisik dengan kekuatan militer dan mulai memisahkan diri dengan kekuasaan khilafah. Namun kekhawatiran negara-negara barat terutama Inggris terhadap kekuatan khilafah masih belum sirna. Mereka sadar bahwa selama khilafah Islam berdiri, kekuatan kaum muslimin tidak mungkin bisa dikalahkan meskipun keadaan negeri mereka sudah lemah dan terpecah belah. Ruh untuk bersatu dan hidup di bawah naungan hukum islam merupakan lawan terbesar yang harus segera dipadamkan. Inggris memahami ruh jihad dan menjadi ummah wahidah akan segera membakar mereka jika khilafah islam berhsil memandu dan mengarahkan kembali kaum muslim. Untuk itulah maka dikembangkan paham nasionalisme dan patriotisme serta membuat opini “kemerdekaan adalah hak segala bangsa”. Jika demikian halnya maka penjajahan yang dilakukan oleh negara kafir imperialis terhadap negeri kaum muslimin bukan sekedar motif ekonomi, lebih dari itu adalah untuk menghancurkan kekuasaan Islam dan kaum muslimin didunia.

Kemerdekaan atau Penjajahan
Tidak kalah pentingnya dari memahami apa motif penjajahan negara kafir imperialis adalah memahami istilah kemerdekaan yang diberikan kepada negeri-negeri muslimin. Saat menjelang berakhirnya perang dunia II muncul kesimpulan yang jelas pada orang-orang yang memahami percaturan politik internasional bahwasanya penjajahan harus di hapuskan. Sebab, serangan Rusia atas sistem penjajahan itu telah melemahkannya. Ketika negara-negara sekutu berhasil memenangkan perang dunia II, di anatara program yang dilancarkan Rusia adalah melanjutkan kembali serangan terhadap sistem ekonomi kapitalis, menyerang sistem imperialisme barat, menggerakkan penduduk tanah jajahan agar melakukan revolusi dan merekayasa berbagai kejadian untuk merepotkan negara-negara kapitalis barat. Oleh karena itu AS berfikir bahwa tidak ada jalan lain untuk mempertahankan imperialisme kecuali dengan mengubah taktik penjajahan dan tidak ada jalan untuk mengambilwilayah imperialismenya dari sisa-sisa negara terjajah kecuali dengan melakukan taktik baru imperialisme itu.
Mengenai hal ini John Foster Dulles Menteri Luar Negeri AS menyatakan : “Sesungguhnya kondisi penjajahan Barat itu selalu diamati secara terus menerus oleh para pemimpin Sovyet, sebagai sebuah titik incaran. Dimana pada titik itu Sovyet bisa melancarkan puklan mematikan”. Kemudian dia menambahkan , ” Pada saat menjelang berkahirnya perang dunia II, stu-satunya kondisi politik yang mendapatkan perhtian serius adalah kondisi daerah-daerah jajahan. Kalau negara-negara Barat berusaha mempertahankan daerah jajahannya seperti cara-cara yang sudah ada, maka dapat dipastikan terjadinya pemberontakan bersenjata, dan juga Barat pasti kalah. Maka satu-satunya strategi yang meungkin berhasil adalah dengan cara damai memberikan kemerdekaan yang terhormat kepada 700 juta jiwa manusia yang berada di bawah kekuasaan penjajahan Barat.
Dengan demikian, kemerdekaan yang diberikan kepada negeri-negeri kaum muslimin oleh negara kafir penjajah sebenarnya adalah kemerdekaan semu. AS sebagai negara terkuat pemenang perang dunia II, Ingin menguasai negara-negara jajahan Inggris, Perancis, Belanda, Belgia, serta Portugal. Maka peristiwa Kongo, Angola, dan gerakan-gerakan PBB menentang Inggris di Afrika, seperti Rodesia dan peristiwa Irian Barat dimana PBB menggabungkan Irian ke Indonesia, semua itu merupakan bukti jelas atas lengkah-langkah AS dalam mengawali cara neo-imperialisme dengan memberikan kemerdekaan kepada suatu bangsa lalu menjajahnya kembali dengan hutang.
Hutang merupakan cara baru yang digunakan AS untuk menjajah kembali daerah-daerah bekas jajahanya. AS sangat gelisah dan resah bila negara yang diberinya kemerdekaan itu menolak mengambil hutang. Maka AS membuat berbagai kesulitan/kerusuhan hingga ia tunduk dan dengan terpaksa mengambil hutang kepada AS. Indonesia misalnya, pertama kali Indonesia merdeka tahun 1945 Indonesia menolak mengambil hutang kepada Amerika –kerana AS juga dianggap sebagai negara penjajah- sehingga hal itu mendorong AS membuat berbagai bentuk pemberontakan dan kekacauan sampai Indonesia tunduk pada tahun 1958. Sejak itulah Indonesia diikat oleh AS dengan utang luar negeri.

Sekilas Sejarah Kemerdekaan Indonesia
“Kemerdekaan Indonesia” tahun 1945 tidak dapat dipisahkan dengan kemerdekaan negeri-negeri muslim yang lain. Karena Indonesia merupakan negara dimana mayoritas penduduknya adalah beragama islam. Pertanyaanya apakah Indonesia benar-benar merdeka? Kemerdekan sering ditafsirkan orang dengan terbebasnya manusia dari berbagai penindasan dan aturan yang mengungkungnya. Dengan kata lain kemerdekaan adalah kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri tanpa ada tekanan pihak-pihak lain. Orang merdeka adalah yang telah berdaulat sepenuhnya terhadap dirinya sendiri. Imam Ali r.a. mengibaratkan dalam suatu ungkapan: “Budak beramal karena takut hukuman, Pedagang beramal karena menginginkan keuntungan, Namun orang merdeka beramal karena keimanannya mengharapkan Ridha Allah SWT. Negara merdeka adalah negara yang memiliki kedaulatan untuk mengatur dirinya sendiri. Dalam khasanah hubungan internasional, salah satu unsur penting dari negara merdeka adalah kedaulatan yang oleh Grotius didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan tindakan atas kemauan sendiri, bukan di bawah kontrol atau telunjuk orang lain.
Masuknya kekuasaan pemerintah militer Jepang ke Indonesia setelah dapat mengusir pemerintah Kolonial Belanda, apa yang berlaku pada masa pemerintahan Belanda tetap berlaku, kecuali sedikit sikap milter Jepang mulai merangkul kekuatan politik umat Islam, karena kebutuhannya menghadapi kekuatan tentara sekutu. Setelah kondisi Jepang terdesak oleh tentara sekutu maka dibentuklah BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha-usaha persiapan Kemerdekaan Indonesia). Keanggotaan badan tersebut mayoritas kalangan nasionalis sekuler –hasil pendidikan penjajah- yang secara real mayoritas kalangan elit politik bangsa Indonesia pada waktu itu. Pada akhir kekuasaan pemerintahan militer Jepang, BPUPKI ganti nama menjadi panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Di dalam PPKI inilah terjadi perdebatan tentang dasar negara antara kalangan Islam dan nasioalis sekuler, yang akhirnya disepakati Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945.Beberapa minggu kemudian Jepang menyerah pada Sekutu yang disusul dengan proklamasi kemerdekaan yang diwakili oleh Soekarno dan Muhammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Semula direncanakan Piagam Jakarta itulah yang akan menjadi naskah Proklamasi, tetapi pada pelaksanaannya yang dibacakan adalah naskah proklamasi yang dibuat seketika dan ringkas. Setelah merancang batang tubuh UUD, tanggal 18 Agustus 1945, PPKI melakukan sidang untuk menetapkan UUD negara Republik Indonesia.
Hanya beberapa menit menjelang sidang PPKI dimulai M Hatta telah mengundang beberapa tokoh Islam, yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Wachid Hasjim, dan Teuku M Hasan untuk membicarakan permintaan dari golongan nasrani di Indonesia Timur, yaitu agar kata-kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam” yang tercantum dalam Piagam Jakarta di hapus. Konon, M hatta menerima pesan tersebut dari seorang opsir Jepang. Menurut Hatta, opsir Jepang tersebut memberitahukan bahwa di samping permintaan itu, rakyat Indonesia Timur yang beragama nasrani, tidak akan bergabung dengan NKRI jika tujuh kata itu tidak dihapus. Kalangan Islam pada waktu itu “terpaksa” menyetujuinya. Dari uraian singkat di atas secara pemikiran sebenarnya kemerdekaan Indonesia banyak diprakarsai oleh kalangan nasionalis sekuler yang nota bene adalah pengemban ideologi penjajah. Nampak jelas bahwa bangsa ini dibangun atas dasar jalan tengah dan kemaslahatan. Sehingga tidak heran jika bangsa ini dibangun atas dasar untung rugi, ini sejalan dengan pandangan yang dikemukakan oleh Bung Karno Presiden Indonesia Yang pertama tentang penjajahan dalam salah satu tulisannya pada tahun 1928, di Harian Suluh Indonesia Muda, “Soal Jajahan adalah soal rugi atau untung; soal ini bukanlah soal kesopanan atau soal kewajiban; soal ini ialah soal mencari hidup, soal business”. Sejak awal kemerdekaannya, secara hakiki Indonesia belumlah merdeka sepenuhnya, paling tidak secara pemikiran jelas masih dikuasai oleh pola pikir penjajah. Pola pikir inilah yang secara turun-temurun masih diadopsi oleh generasi-generasi berikutnya sampai sekarang. Bagaimana kondisi Indonesia selanjutnya? Dan bagaimana Islam memandang?
Pertama aspek politik: Politik dalam negeri ;Indonesia mengatur dan mengurusi rakyatnya dengan hukum-hukum buatan manusia, KUHP misalnya ynag merupakan warisan dari penjajah Belanda, kecuali dalam sedikit masalah saja yang menggunakan hukum islam. Padahal dalam pandangan Islam politik dalam negeri adalah mengurusi rakyat dengan menerapkan hukum-hukum Allah kepada seluruh warga negara. “Bebas Aktif” adalah prinsip politik luar negeri Indonesia, Politik luar negeri yang bebas aktif mengandung dua unsur pokok. Pertama, “bebas” biasanya diartikan tidak terlibat dalam aliansi militer atau pakta pertahanan dengan kekuatan luar yang merupakan ciri Perang Dingin. Dalam arti lebih luas politik luar negeri yang bebas menunjukkan tingkat nasionalisme yang tinggi, yang menolak keterlibatan atau ketergantungan terhadap pihak luar yang dapat mengurangi kedaulatan Indonesia.
Kedua, kata “aktif” menunjukkan bahwa politik luar negeri Indonesia tidaklah pasif dan hanya mengambil sikap netral dalam menghadapi permasalahan-permasalahan internasional. Pembukaan UUD 1945 secara jelas menuntut Indonesia untuk menentang segala bentuk penjajahan dan ikut memajukan perdamaian dunia.
Doktrin politik luar negeri “bebas aktif”, yang sampai sekarang masih tetap dianut Republik Indonesia, merupakan buah pikir Hatta, yang dicetuskannya pertama kali dalam rapat KNIP di Yogyakarta tanggal 2 September 1948 . Doktrin “bebas aktif” ini merupakan tanggapan dan strategi Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaan menghadapi Perang Dingin, yang membelah dunia dalam dua blok ideologi yang saling bertentangan. Para pemimpin nasional utama, seperti Soekarno, Hatta dan Sjahrir, tidak ingin Indonesia dikuasai komunis, walaupun mereka memiliki pandangan yang sama mengenai penjajahan. Perlu diingat bahwa doktrin politik luar negeri bebas aktif dicetuskan tidak lama sebelum pemberontakan PKI di Madiun terjadi. Inilah alasan utama mengapa akhirnya Pemerintah Indonesia memilih jalan tengah, yaitu tidak memihak ke Blok Barat/Kapitalis maupun Blok Timur/Komunis. Indonesia memutuskan untuk menentukan jalan sendiri.
Hatta mengibaratkan strategi Indonesia dalam menghadapi dunia luar sebagai berlayar antara dua karang. Kalau kapal bergerak terlalu dekat dengan salah satu “karang” atau blok politik, maka keselamatan kapal akan terancam. Hatta dan para pemimpin nasional lainnya waktu itu berpendapat bahwa perjuangan berat Indonesia untuk meraih kemerdekaan akan sia-sia apabila setelah merdeka nasib negara ini diserahkan pada kekuatan lain. Namun doktrin bebas aktif ini hanya sebatas penyataan, dalam realitasnya meskipun Indonesia tidak secara terang-terangan memihak kesalah satu Blok namun Indonesia telah melakukan selingkuh dengan Negara adi daya kedua blok tersebut sesuai kepentingannya. Untuk saat ini apakah masih relevan istilah “bebas aktif” ini dimana sekarang Blok Timur “sudah hancur” Secara filosofis politik luar negeri Indonesia ini dibangun atas asas pemikiran jalan tengah, yang merupakan asas pemikiran Kapitalis. Jelas asas pemikiran ini bertentangan dengan islam, disamping itu Politik luar negeri menurut islam harus berpedoman pada tujuan yang tetap yaitu menyebarkan Islam keseluruh dunia.
Dalam proses pemilu capres-cawapres yang baru saja terjadi sangat nampak sekali adanya intervensi asing ( Amerika Serikat). Selain banyaknya bantuan dana asing serta lembaga pemantau pemilu asing dengan dalih meningkatkan kehidupan yang demokratis di Indonesia. Antusiasme kalangan AS soal pilpres diperlihatkan ketika bertemu delegasi Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia yang dipimpin ketua umumnya, Mohamad S. Hidayat. Kepengurusan baru Kadin melakukan pembicaraan penting dalam waktu dan tempat terpisah dengan kalangan pemerintah, pengusaha, dan lembaga donor internasional yang bermarkas di Washington D.C. Apakah membicarakan capres Indonesia yang cocok dengan pasar? Hidayat mengangguk. Hidayat menyitir rendahnya daya saing Indonesia. Bahkan, Indonesia ketinggalan di Asia Tenggara. “Kami semua, komunitas bisnis di Indonesia, menginginkan pemerintah yang akan datang adalah pemerintahan yang kuat dan orang yang bisa menjamin stabilitas politik, minimum lima tahun ke depan. Juga stabilitas keamanan,” urai Hidayat. Artinya para kapitalis menginginkan presiden dan wakilnya nanti adalah orang yang dapat mendukung bisnis mereka.
Kedua aspek ekonomi: Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa penjajahan baru yang di lakukan oleh AS dengan jalan memberikan hutang. Jika kita lihat besar hutang Indonesia sangatlah luar biasa lebih kurang Rp 1300 triliun. Langkah yang diambil untuk melunasi hutang ini yang paling mudah -menurut IMF- adalah dengan menjual aset-aset negara atau dengan mencabut segala subsidi mulai dari BBM, listrik, pendidikan sampai kesehatan. Meskipun Indonesia sudah mengakhiri hutang ke IMF namun Indonesia memilih opsi ke 2 dari 4 opsi yang di tawarkan yaitu Post Program Monitoring artinya IMF melakukan pengawasan (monitoring) terhadap pelaksanaan program yang disusun Indonesia. Dengan demikian IMF -yang nota benenya alat penjajahan yang digunakan AS- dapat mengetahui urusan dapur (kelemahan dan kekuatan ekonomi) Indonesia. Dengan demikian image kondisi Indonesia baik buruknya di mata dunia internasional tergantung pandangan IMF. Selain itu dengan alasan privatisasi banyak aset-aset strategis dikuasai oleh pihak asing seperti BCA , Indosat dan lain-lain, dengan dikuasai pihak asing maka kebijakan perusahaan-perusahaan hanya memikirkan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kepentingan rakyat, yang selanjutnya akan menimbulkan banyak protes sehingga membuat kondisi negara tidak stabil. Bisa kita bayangkan sangat mudah bagi mereka – pihak asing- setelah menguasai aset-aset tersebut untuk menggoyang Indonesia jika mau.
Ketiga aspek Pendidikan: Pada masa penjajahan Belanda sekolah-sekolah yang didirikan baik kurikulum dan silabusnya sesuai dengan yang berlaku di negeri Belanda. Seperti ELS (Europeesche Lager School) untuk kalangan kulit putih/Eropa, HCS (Hollandse Chinesche School) untuk golongan Timur asing Cina, HIS ( Hollandse Inlandsche School) untuk para amtenar (pegawai Belanda) dan kalangan bangsawan dan Tweede Klase School (Sekolah Angka Dua atau Ongko Loro) untuk kalangan bawah. Dari ELS, HCS, dan HIS melanjutkan tingkat lanjutan setingkat SMP (MULO) dan SMA (AMS). Sedangkan lulusan Ongko Loro tidak ada sekolah lanjutan kecuali Sekolah Guru Bawah (Normaal School) yang dipersiapkan menjadai guru di Sekolah Ongko Loro. Pendidikan di sekolah-sekolah itu diarahkan untuk mendapatkan kesempatan mengenal dunia ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi dijauhkan dari pemahaman agama (Islam). Bahkan sebagian mereka berhasil dikristenkan. Kondisi saat ini, pendidikan yang mestinya bertujuan untuk membentuk kepribadiaan yang Islami namun kenyataannya malah membentuk kepribadian yang hewani. Pola penjajah masih sangat dominan dimana anak dididik hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi namun jauh dari pemahaman agamanya. Pendidikan yang berlangsung masih mewarisi gaya penjajah, dimana penjajah pada waktu itu mendidik para pelajar untuk dijadikan antek-antek mereka. Sekarang setelah para penjajah itu pergi, orang-orang yang terpelajar berubah menjadi penjajah rakyat lain yang tidak terpelajar. Sebenarnya pola para penjajah pada kaum muslimin tetap,merusak aqidah akhlak dan pola pikir umat Islam, hanya modusnya saja yang berganti. Sebuah lembaga asing yang bermarkas di San Fransisco AS, dan memiliki cabang di Indonesia mengaku, selama 30 tahun telah aktif menggarap institusi-institusi dan umat Islam Indonesia. Tahun 2004, lembaga ini memberikan pelatihan kepada lebih dari 1000 pesantren tentang nilai-nilai pluralisme agama, gender equality, toleransi, dan civil society.
Dari tiga aspek ini saja mungkin sudah cukup menunjukkan bahwa Indonesia memang belum merdeka. Namun Ironisnya rakyat Indonesia tidak sadar akan hal ini, sebaliknya mereka dengan keyakinan hati merayakan kemerdekaan Indonesia tiap tahunnya. Upacara bendera digelar disetiap institusi pemerintah,sekolah-sekolah, yang mereka juga tidak tahu menahu apa maksud dari upacara tersebut. Acara-acara untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonoesia dengan lomba-lomba yang kadang mengeluarkan dana yang tidak sedikit yang dipungut dari warga setempat. Padahal dilain pihak mereka kekurangan uang untuk makan sehari-hari.Lebih aneh lagi sebagian mereka menganggap apa yang mereka lakukan adalah perjuangan dan pengorbanan gaya modern yang merupakan penghargaan terhadap jasa para pejuang kemerdekaan.

Usaha Kaum Muslimin Untuk Mengembalikan Kemerdekaan
Kaum muslimin telah mencoba berbagai cara untuk membebaskan diri dari penjajahan, sesuai cara pandang mereka tentang hakekat penjajahan dan kemerdekan. Bagi mereka yang menganggap penjajahan adalah dominasi militer berusaha dengan meningkatkan kemampuan militer, pertanyaannya setelah menang perang lalu ngapain? Mereka yang menganggap penjajahan adalah kemiskinan berusaha membangun jaringan ekonomi agar mampu melepaskan diri dari jerat kemiskinan, namun realitasnya jaringan yang dibuat juga terikat oleh sistem ekonomi makro yang berlaku di negara itu. Yang berpendapat penjajahan adalah musibah dari Allah karena kelalaian ibadah dan kemerosotan akhlak, maka menggiatkan aktivitas ibadah ritual dan seruan-seruan akhlak,yang terjadi akhirnya kebosanan dan keputusasaan setelah sekian lama tidak ada pengaruh nyata akativitas ibadah pada kemerdekaan. Dengan demikian kita membutuhkan jawaban yang benar apa sebenarnya kemerdekaan yang hakiki menurut islam sehingga kita dapat meraihnya dengan tepat.
Pertanyaan yang harus di jawab adakah kemerdekaan mutlak bagi individu, masyarakat atau negara? Paham kemerdekaan yang diartikan kebebasan (kebebasan beragama, bertingkah laku, berpendapat dan kepemilikan) untuk mengatur dirinya sendiri tanpa terikat pada aturan apapun adalah konsep yang utopis dan tidak sesuai dengan fitrah manusia. Semua manusia yang hidup dalam suatu masyarakat pasti akan terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Begitu pula sebuah masyarakat dan negara akan mengadopsi suatu aturan yang disepakati sehingga masyrakatnya terikat oleh aturan tersebut. Persoalannya, aturan manakah yang dipakai agar manusia, masyarakat atau negara tidak menjajah yang lainnya. Tentu jawaban ini sangat mudah di jawab oleh orang-orang yang beriman pada Allah SWT, yaitu aturan yang bukan berasal dari buatan manusia. Dan satu-satunya aturan yang bukan buatan manusia adalah aturan Allah SWT.
( ياايها الدين ءامنوا ادخلوا فى السلم كافة ولا تتبعوا خطوات الشيطان انه لكم عدو مبين) (البقرة:208)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(Al Baqarah [2]:208)
Dengan demikian maka umat islam jika ingin berjuang untuk memerdekakan kaum muslimin, haruslah dipahami perjuangan mereka harus bertujuan hanya dalam rangka menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi ini. Dengan diterapkan hukum Allah dimuka bumi ini maka penjajahan di atas dunia benar-benar dapat dihapuskan. Untuk meraih itu semua jalan satu-satunya mengembalikan kehidupan Islam dengan menegakkan Khilafah Islamiyah yang akan menyatukan kaum muslimin dan memilindunginya dan mumuliakannya diatas umat-umat yang lainnya. Amiiiin.

Explore posts in the same categories: Lepas

54 Comments on “INDONESIA MERDEKA?”

  1. tau aja deh Says:

    Tolong ringkaskan. terlalu panjang susah bacanya

  2. anto Says:

    assalamu’alaikum wr wb
    apa yang saya baca sangat bagus. saya yakin banyak orang telah membaca, minimal mempunyai pemahaman seperti yang anda tawarkan atau wartakan. namun yang terjadi adalah kebingungan. di negara kita indonesia, yang dibutuhkan bukan hukum, tetapi public figur. seorang pemimpin yang bisa menjadi suri tauladan. kita dulu mempunyai ratu sima yang adil, yang terkenal. kita juga pernah punya sriwijaya yang hebat dan majapahit yang kesohor. untuk silam, kita pernah mempunyai demak yang terkenal dengan dewan walinya. dan lain sebagainya. namun sekarang? mencari seorang semar saja 233 juta penduduk ini kesulitan, apalagi yudistira. semua pemimpin dan pejabat di negeri ini bermental marsose, berjiwa penjilat dan bernalar pengantek. saya tidak yakin konsep yang anda tawarkan manjur buat pertiwi. yang lebih kita butuhkan adalah pembangunan mental dan jiwa kita. itu saja… terimakasih
    wassalam…

  3. Saiful Says:

    cerita tok nang jaik lah.iboh nak berperang ajak.cubalah berbeaik-baik.tok nasihat ajak.iboh manas.kita semua manusia cuma membezakan adalah agama ajak.allah huakbar.wallahualam assalamualaikum……………………………….

  4. jopri g Says:

    negara indonesia bukan lah negara agama maka tidak ada kaitannya dengan islam,maka tolong direfisi tentang sejarah terjadinya negara indonesia .trima ’s.

  5. JMR Says:

    Islam bukanlah jalan dan agama satu satunya yang dianugrahkan Allah SWT ke seluruh manusia.
    Ada banyak perbedaan di dunia ini, dan perbedaan itu indah, kalau saja anda mau merenungkan nya kembali.
    Dan Indonesia bukanlah negara agama.

  6. xtreme Says:

    Lalu dimana letak Keindahan perbedaan, jika perbedaan itu dianggap Musuh ?
    Apakah Tuhan kita berbeda ??

  7. xtreme Says:

    Bukankah lebih baik membuat tulisan yang menyejukkan hati, dari pada membakar dendam dan rasa benci ?

  8. lunak Says:

    Xtreme emangnya kalimat mana yang membakar dendam, biasa-biasa aja tuch. Apalagi benci, wong diajak menerapkan aturan yang sempurna kok benci, gak salah tuch. Ente yakin gak ama aturan allah???

  9. amir Says:

    sudah betul,

    sedikit komentar dari orang yang hanya mempunyai sedikit ilmu ini…

    sementara, ironinya hal yang demikian tidak banyak diketahui oleh rakyat indonesia///
    bangsa ini sudah terlalu manja dinina bobokan
    terlalu lama ditidurkan oleh kenikmatan
    kenikamatan uang bersifat semu…

    salam buat kawan2 disaana

    yakusa
    PEKALONGAN

  10. Ridwan Azari Says:

    Saat ini, Indonesia mengalami krisis multi-dimensi. Sedangkan sebagian besar dari krisis ini disebabkan oleh agama.
    Agama Islam adalah agama dari rumpun Abrahamik seperti halnya Kristen dan Yahudi. Ketiga agama ini menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa.
    Penduduk Indonesia adalah 60% berada di Jawa. Jadi kekuatan ada di Jawa. Kalau orang jawa segera meninggalkan agama rumpun abrahamik dan kembali kepada Kepercayaan asli, maka sebagian besar dari krisis ini akan hilang dan Indonesia akan seketika sembuh dari krisis ini.
    Indonesia adalah negara besar, kaya dengan sumber alam. Indonesia tidak berhak mempunyai nasib yang sepuruk ini.

  11. ayuuw Says:

    perlu dikasih liat ke pemerintah

  12. Den Says:

    woy..
    ga pa pa. cuma mau bilang woy

  13. dede Says:

    saya setuju dengan tulisna anda, dan harus ingat perjuangan bangsa indonesia mayoritas diperjuangkan oleh umat islam, yang mengusung kita kejendela kemerdekaan kebanyakan hasil para dai dan santri. Maka sangat keliru apabila ada pernyataan dari segelintir masyarakat indonesia bahwa agama jangan di bawa-bawa. Memang kita ini bukan negara Agama tapi di bumi nusantara ini masyarakatnya harus beragama.

  14. Yayan Iryana Says:

    Mohon ijin, jika tidak keberatan saya bermaksud mengutif beberapa alinea untuk kepentingan penulisan buku pelajaran PKn SMP. Terima kasih

  15. cpatr Says:

    anda mesti baca buku hatta dan sjahrir nich :-)

    yang diatas itu tipikal muslim fighter waktu perang dunia 2, gak bisa diterapkan kalau indonesia mau ada… harus banyak kompromi :)

  16. satrio Says:

    Ya,,, memang dulu indonesia adalah negara agama islam lalu pada waktu pak soekarno lengser dan digantikan oleh pak soeharto sekarang indonesia menjadi negara nasional atau mempunyai 5 agama

  17. marewa Says:

    MERDEKA!!!!!!!!!!!!!!

  18. ANA Says:

    Wah keren nih, tapi agaknya sulit diwujudkan ya???


  19. Tak ada yang sulit jika kita semua bersungguh2…………

    MERDEKAAAAAAAAA!!!!!!!!!!! menuju Indonesia Jaya…………

  20. teguh Says:

    saya sangat setuju dengan tulisan yang di atas saya pernah belajar ilmu pengetahuan sosial tentang penjajahan ternyata indonesia itu sangat menderita sekali

  21. SANTI Says:

    AKU INGIN INDONESIA LEBIH MAJU DAN AKU INGIN WARGA INDONESIA JANGANLAH BERBUAT ZINA.

  22. sadatyusuf Says:

    Pandangan anda bagus, kalo ada yang mengatakan kaum muslim tidak dapat melindungi kaum non muslim berarti muslim bukan rahmatan lil alamin, dari pada menganggap kaum penjajah lebih baik dari kaum muslim berarti yang menganggap lebih baik itu tidak memahami ajaran islam. kalau saat ini ada orang yang dapat membimbing kami ke jalan yang lebih baik dan di redhoi allah kami siap dipimpin, apa iya masih ada yang mau memimpin di jaman seperti ini, karena jadi pemimpin itu susah, karena banyak yang mau jadi pemimpin tapi sebenarnya mau jadi penjajah karena pemimpin tidak takut dosa. Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk, lindungi ya Allah orang-orang yang masih berpikir waras dan masih ingat atas segala kebesaran-Mu , amin

  23. aziz Says:

    panjang banget mas

  24. Agus Ariyanto dpt cinta Says:

    merdekalah indonesia tanpa campur tangan amerika serikat,bahkan suatu saat as itu tunduk pd indonesia

  25. Agus Ariyanto sp Says:

    semua musuh neg indonesia hancur lebur dari sabang sampai merauke kembalil kepada indonesia,bahkan indonesia bisa mjd imperium dunia dibawah panji panji islam dan sang nasionalis

  26. Agus Ariyanto sp Says:

    suatu saat jepang dan indonesia harus kita jajah,hai nkalian para tentara langit dan bumi …bala tentara setan ikuti ajaknku!!!!

  27. Agus Ariyanto sp Says:

    malaikat,setan,manusia tunduk patuh pada ajaran islam sejati,bagi yg bukan islam masuklah ke kaum nasionalis

  28. Agus Ariyanto sp Says:

    bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,penjahat neg wajib dibimbing utk keluar neg mewujudkan cita cita bangsa merah putih

  29. Agus Ariyanto sp Says:

    tak boleh ada wanita yg keluar neg bail lakilaki baik dan perempuan baik2 yg keluar neg hanyalah para pelacur! paham

  30. ryan Says:

    Ya Allah tunjukilah bangsa Indonesia jalan yg lurus, jalan yg telah Engkau beri nikmat atas mereka bukan jalan yg Engkau murkai atas mereka, dan bukan pula jalan yg sesat. Amien.


  31. Diriwayatkan dari sahabat Tsauban r.hu, dia berkata, “Rasulullah saw telah bersabda,

    إِن الله زَوَى لي الأرضَ فرأيـتُ مــشَارِقَهَا وَمَـغَارِبَهَا
    Inna-llāha zawālīl ardla fa-ra`atu masyāriqahā wa maghāribahā
    Sesungguhnya Allah telah menampakkan sebagian bumi kepadaku. Sehingga aku bisa melihat Timur dan Barat-nya.

    وإن أمـتي سـيبـلغ ملـكها ما زوي لي منـها، وأعـطيت الكـنزين الأحـمر والأبـيض
    Wa inna ummatī sayablughu mulkuhā mā zuwiyalī minhā, wa u’thītul kanzainil ahmara wal abyadla
    Dan, sesungguhnya umatku akan sampai kekuasaannya sesuai bumi yang telah diperlihatkan kepadaku. Dan, aku telah diberi dua perbendaharaan, yaitu: merah dan putih.

    وإنـي سـألت ربـي لأمـتي أن لا يهـلكها بسـنةٍ عامـةٍ
    Wa innī sa`altu Rabbī li-ummatī an la yuhlikahā bi-sanatin ‘āmmatin
    Dan, sungguh aku berdoa kepada Rabb-ku untuk umatku, agar tidak dibinasakan dengan paceklik dalam setahun seluruhnya.

    وأن لا يسـلط عليـهم عـدوًّا منْ سـوى أنفـسهم فيسـتبيـح بيـضتـهم
    Wa an lā yusallitha ‘alaihim ‘aduwwān min siwā anfusihim fa-yastabīha baidlatahum
    Dan, agar mereka tidak dikuasai musuh di luar mereka hingga melucuti pelindung kepala mereka.

    وإِن ربـي قال: يامحـمد إنـي إذا قضـيت قـضاءً فإنه لا يـرد
    Wa inna Rabbī qāla, “Yā Muhammad, innī idzā qadlaitu qadlā`an, fa`innahu lā yuraddu
    Sesungguhnya Rabb-ku berfirman, “Hai Muhammad, apabila Aku telah memutuskan sesuatu. Maka, sungguh tidak bisa ditolak.

    وإنـي أعـطيـتك لأمـتك أن لا أهلـكهم بسـنةٍ عامـةٍ
    Wa innī a’thaituka li-ummatika an lā uhlika-hum bi-sanatin ‘āmmatin
    Sesungguhnya Aku telah memberi umatmu, yaitu: tidak akan menghancurkan umatmu –tidak akan kehabisan pangan dalam setahun.

    وأن لا أسـلط عليـهم عـدوًّا من سـوى أنفسـهم يسـتبيـح بيـضتـهم ولواجـتمع عليـهم من بأقـطارها
    Wa an lā usallitha ‘alaihim ‘aduwwān min siwā anfusihim yastabīhu baidlatahum wa lawijtama’a ‘alaihim min bi-aqthārihā
    Aku tidak akan menjadikan umatmu dikuasai oleh musuh di luar mereka hingga melucuti pelindung kepala mereka, meskipun mereka diserang dari segala penjuru.

    حَـتَّى يَكُونَ بَعْـضُهُمْ يُهْـلِكُ بَعْـضًا وَيَسْـبِي بَعْضُـهُمْ بَعْضًا
    Hattā yakūna ba’dluhum yuhliku ba’dlān wa yasbī ba’dluhum ba’dlān
    Hingga, ada di sebagian mereka saling menghancurkan terhadap sebagian yang lain dan saling menawan sebagian mereka terhadap sebagian yang lain”

    (Hadis shahih. Hr.Muslim; Shahih, Juz XIV, hal.68, hadis nomor 5144. Hr.Tirmidzi; Sunan, Juz VIII, hal.86, hadis nomor 2102. Hr.Ibnu Majah; Sunan, Juz XI, hal.445, hadis nomor 3942. Hr.Ahmad; Musnad, Juz XXXIV, hal.479, hadis nomor 16492. Imam Abu Musa r.hu berpendapat dalam Shahīh wa Dlaīf Sunan Tirmidzi, “Hadis ini hasan shahih.”). merujuk dari Hadits diatas negara ini sudah berdasarkan AgamaIslam. Dan apakah dulur lupa bertapatan dengan hari apa tanggal 17 Agustus tahun 1945?bertepatan dengan Nuzulul Quran. tidak percaya silakan cek hitungan kalender Islam saudara. Syariat Islam bersifat universal, Apakah dulur bisa menjamin kalau kata-kata wajib menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya bisa membuat bangsa ini lebih maju dari sekarang? Tidakkah anda melihat realita penerapan syariat Islam di Aceh dan kerusakan moral mereka. Untuk itu jangan hanya menyalakan orang lain, kita salahkan diri sendiri, kita tanya sudah memberikan apa bagi negara INDONESIA? Itu kalau dulur masih mengakui negara Indonesia sebagai negara anda.

  32. jukun Says:

    bagus memperjuangkan masyarakat panjang juga sih??
    ^_^

  33. waduh Says:

    saya kurang setuju dengan “negeri-negeri muslim” apakah anda mau menentang Pancasila?

  34. Abang Says:

    AS juga dulunya negara bentukan Inggris , secara tidak langsung AS itu negara jajahan Inggris. Hutang itu hanya instrumen finansial seperti investasi atau modal kerja. kalo modal kerja cuman di belanjakan maka ga ada penghasilan yah seperti kartu kredit la. abis belanja yah tambah bunga yang harus di bayar. Indonesia itu dulunya begitu maka sekarang saya mengajak anak2 Indonesia untuk memproduksi barang buatan dalam negri sendiri. dan ekspor ke luar negri
    dengan begitu kedaulatan RI bisa menjadi besar. salahnya Indonesianya yang meminjam duit dr AS. kalo bisa, Indonesia yang meminjamkan duit buat AS. anda mencampur adukan dengan agama. itu sungguh tidak relevan namanya. kalo mau berjuang , Tingkatkan produksi dalam negri seperti korea , china , India. kalo selalu complain dan menyalahkan orang lain , kapan indonesia bisa maju ? belajarlah instropeksi diri. dan tingkatkan ilmu pengetahuan Terima kasih
    wassalam..

  35. iblis Says:

    capeeedeeeh, ….

    enegh deh, ngomong2 in agama mulu…
    kayak iya aja bikin dunia ini lebih baik…

    just do it !!!
    kebaikan dan kemanfaatan tidak harus selalu diidentikan dengan agama….(tertentu).

    semua orang bisa berbuat baik dan manfaat
    apakah hanya agama yang memonopoli itu?

    benarkah diluar agama orang kemudian tidak bisa mendapatkan kebaikan dan manfaat “manusiawi” ?

    lantas kalo tidak beragama jadi tidak baik?
    lantas kalo beda agama jadi tidak baik ?

    “jika benar kalian beragama, dan menghormati hak asasi paling hakiki orang lain untuk menentukan keyakinannya” dan benar-benar negara mengayomi HAM… ingin rasanya kuhapus label agama di KTP ku ini… SARA !!!

    Penjajahan ideologis itu relatif !!!

    pertanyakan lagi apakah jiwa dan nurani sendiri sudah terbebas ??? … terbebas dari diri sendiri???

    jangan-jangan anda juga sedang di jajah oleh faham dan ideologis “islam” ??? bangsa arab ???…

    lalu apa makna penajajahan ?
    lalu apa makna kemerdekaan ?

    salam.
    rudyindragiri@gmail.com

  36. epol17.com Says:

    MERDEKA…..!!!!!

  37. Furi Says:

    wow, jadi list no 1 dari google search pke keyword “Indonesia Merdeka”

    Merdeka…

    Untukmu Indonesiaku…
    Salam kemerdekaan…

  38. bebaskanorangmiskin Says:

    Hai Iblis,

    Gw stuju abis sama pendapat loe. agama itu baik tapi tidak cukup signifikan untuk mensejahtera kan masyarakat,karena membebaskan orang dari kemiskinan dan ketidakadilan tidak hanya dengan agama

    terkadang agama sering kali membawa bencana, permusuhan dan kebencian.

    agama harus dapat membawa perubahan sekaligus pesan/kabar perdamaian. mustahil ada kemakmuran , kebahagiaan dan kesejahteraan TANPA PERDAMAIAN.

    Mustahil juga ada PERDAMAIAN TANPA KEADILAN

    mustahil juga ada KEADILAN TANPA KEBIJAKSANAAN, KASIH SAYANG, DAN KEMANUSIAAN

    mari saudaraku bangun Indonesia tanpa rasa kebencian adili rampok dan penjahat dengan kasih dan ampunan.

    STOP KEKERASAN DLM BENTUK APAPUN JUGA

    STOP DAN TOLAK SEMUA JENIS PEMBUNUHAN

    ALLAH MANAPUN TIDAK ADA YG MEMBENARKAN PEMBUNUHAN

    KARENA MANUSIA BUKAN TUHAN


  39. Saya suka dengan kutipan yang ini :

    Pertanyaan yang harus di jawab adakah kemerdekaan mutlak bagi individu, masyarakat atau negara? Paham kemerdekaan yang diartikan kebebasan (kebebasan beragama, bertingkah laku, berpendapat dan kepemilikan) untuk mengatur dirinya sendiri tanpa terikat pada aturan apapun adalah konsep yang utopis dan tidak sesuai dengan fitrah manusia. Semua manusia yang hidup dalam suatu masyarakat pasti akan terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Begitu pula sebuah masyarakat dan negara akan mengadopsi suatu aturan yang disepakati sehingga masyrakatnya terikat oleh aturan tersebut. Persoalannya, aturan manakah yang dipakai agar manusia, masyarakat atau negara tidak menjajah yang lainnya. Tentu jawaban ini sangat mudah di jawab oleh orang-orang yang beriman pada Allah SWT, yaitu aturan yang bukan berasal dari buatan manusia.

  40. kitro Says:

    Untuk meraih itu semua jalan satu-satunya mengembalikan kehidupan Islam dengan menegakkan Khilafah Islamiyah yang akan menyatukan kaum muslimin dan memilindunginya dan mumuliakannya diatas umat-umat yang lainnya.

    ^
    ^^
    ^^^

    anda sangat munafik sekali dengan menulis seperti itu..

    banyak elemen negara ini di luar muslim ikud berjuang memerdekakan bangsa ini dari penjajah.. jadi mereka tidak ada harganya karena mereka kafir?

    banyak kaum non muslim juga di tindas di perlakukan tidak adil kita diam saja menutup mata.. anda masih saja berbangga2 dengan kata2 konyol seperti itu.. berbicara keadilan hanya untuk kaumnya sendiri apakah islam yg saya pelajari di pesantren tentang kesetaraan menghargai kehidupan manusia.. hadist2 tentang nabi muhammad dan para kafir di makkah tidak ada artinya? hanya tulisan tentang riwayat nabi tanpa ada nilainya?
    lantas apa bedanya kita dengan AS?
    kita berbicara membenci AS karena egosentris dan lain sebagainya tapi yang anda tulis di atas bukankan itu sebuah egosentris..

  41. hadi Says:

    Aslm Wrwb……..bangsa ini mungkin bangsa yang majemuk yang selalu di tafsirkan bangsa yang terpuruk.Mereka yang berpikiran seperti itu salah.Bangsa ini kaya & bangsa ini bisa lebih maju dari bangsa lain demikian hal yang di sampaikan oleh para2 pahlawan terdahulu,siapa saja yang menghina dan melecahkan, menjatuhkan bangsa ini sebenarnya merekalah orang2 yang berpikiran picik dan kotor.percanyalah terhadap pemerintah walaupun masih ada sebagian pekerjaan yang belum terselesaikan.percayalah bahwa kita bisa,anda bisa,semua bisa asalkan bekerja keras dan tidak bermalas2an.Wasallam.

  42. Semangat untuk Berjuang Says:

    hadis n qur’an jgn di tafsirkan tanpa ilmu…

    yang kelaparan n miskin berjubel loh di ndonesia…
    yang kaya pada tutup mata tutup telinga….

    berpuluh2 orang miskin mati n kehilangan tempat tinggal dalam satu waktu cuma sekedar jadi berita biasa…
    satu orang kaya mati ditembak jadi head line news ber bulan2 n semua turun tangan…semua mengecam…padahal si kaya tsb bukan dalam kategori orang baik….

    segala macam kejahatan tiap hari ada…

    yang muslim walaupun mayoritas tapi lupa ma siksa neraka …. n menganggap suatu saat bakal bertobat tapi ga pernah berusaha mendekati jalan taubat….

    giliran ada bencana saling mengkambing hitam kan orang tanpa berpikir untuk evaluasi diri..

    dan sebagainya… dan sebagainya…dan sebagainya…

    dari sudut pandang mana, indonesia dalam kategori “MERDEKA!!!

    padahal dijajah oleh negara lain dari berbagai sudut…banyak tanah n hasil bumi yang dipanen orang asing….

    dari sudut pandang mana indonesia adalah salah satu negri yang diberi kasih sayang istemewa dari ALLAH n NABi?

    ah, sudahlah….
    yang saya sadari,mungkin sebelum kiamat kepulauan indonesia akan mengalami gempa bumi n tenggelam…

    karna di hadis2 Nabi SAW tentang kiamat n imam mahdi indonesia tidak termasuk dalam kategori pengikut imam mahdi atau yang memerangi imam mahdi…

    tapi kalau seluruh rakyat indonesia benar2 bangkit n memperbaiki diri dengan sungguh2, mungkin kalaupun tenggelam, mati dalam perlindungan ALLAH
    atau mungkin sebenarnya ada hadis ttg indonesia dalam bab kiamat….

    ALLAH akan merubah suatu kaum jika kaum itu bangkit untuk merubah diri mereka sendiri….

    mudah-mudahan jadi bahan renungan n spirit untuk menjadi lebih baik n menyayangi sesama apalagi yang miskin / tertimpa musibah….

    kasian saudara2 kita yang miskin… mereka berjuang untuk hidup dalam kelaparan yang berkepanjangan sambil menangis dan menahan sakitnya fisik n mental yang mereka jalani…
    walaupun saudara2 mereka yang kaya berpoya2 setiap saat…memberikan seribu untuk orang miskin namun menyimpan berjuta2 untuk mengisi perut mereka dengan nanah n api neraka….lalu dengan sombong berkata “aku bershodaqoh setiap hari”
    padahal, seribu cuma cukup untuk mengganjal perut simiskin selama < 1 jam!
    banyak yang tidak peduli dengan masadepan mereka…

    padahal,ALLAH lebih cepat menurunkan siksa untuk suatu kaum yang mengabaikan orang2 miskin….
    siapkah kita menerima "SIKSA dari ALLAH", seperti "TSUNAMI" misalnya…..mungkin akan ada TSUNAMI yang jauh lebih mengerikan ….

  43. mellda Says:

    negara kita negara pancasila …..merdeka ….merdeka…merdeka……kita peringati pada tgl 17 agustus 2009…..

  44. Hafid Says:

    Yang nulis artikel ini guoblok, bikin tulisan gak ada bobotnya, kok ya bisa2nya hubungin penjajahan sama Islam, betapa dangkalnya pemikiran anda. Saya lihat penulis sama sekali tidak menguasai apa yang sedang dibicarakan. Lebih baik pelajarin dulu deh sebelum nulis

  45. onyis Says:

    g, usah bicara yang tinggi-tinggi,Indonesia Tu negara Majemuk,,,Klau pingin Maju Tingkatkan Jiwa Nasionalise Kita,,,makasih…


  46. waduw..panjang banget…

  47. Nice Says:

    gw’ se7 buanget dgn 2lsan’@ BTW gw .. az klw qt maw MERDEKA qt hrus bisaa 1 hati… qt g’ blh doonk jlni hdup ndri2, qt jga hrus bs jd contohh yg baek unk negara2 yg laen….

  48. ogi Says:

    memang indonesia sekarang sudah merdeka tetapi kayaknya indonesia belum merdeka amat karna adanya para teroris jadi indonesia belum aman!

  49. kitro Says:

    saya tidak pernah percaya dan mendukung khilafah..
    kenapa?
    itu adalah produk gagal dari arab coba di jejalkan oleh orang2 gagal dari arab juga tapi yg memiliki sokongan dana besar ambisi besar tapi tidak laku di pasar..

    gampangnya negara arab atau negara mana di dunia ini yg memakai konsep seperti ini?
    dan itu adalah produk asing.. bukan berasal dari pemikiran bangsa kita sendiri.. INGAT ITU..

    dan alhamdulillah ternyata itu gagal juga di indonesia karena..

    1. orang indonesia lebih mendukung pancasila dan NKRI

    2. orang indonesia lebih percaya pada dakwah, pengajian sebagai sarana pegembangan islam serta prulalisme karena itu tertulis dengan jelas di alquran bukan di karang2 dan dikait2kan berbeda dng politik praktis “islamisentris” seperti yang anda dengung2kan di atas..

    kemerdekaan ini milik bangsa.. bukan milik anda dan kelompok anda saja.. hargailah kemerdekaan bangsa ini.. seperti halnya anda menghormati agama anda..

  50. andra Says:

    indonesia harus maju

  51. ivnu Says:

    1. anda orang mana tho? ato jangan2 orang malaysia. bisa bisanya berkata seperti itu. kalo tidak ada perjuangan dari para pahlawan anda tidak akan lahir. mungkin jangan jangan moyang lu melarikan diri keluar negeri ketika bangsa ini memperjuangkan kemerdekaan.
    2. kita selalu saja menyalahkan orang amerika dan orang kafir tetapi semakin bnyak kita caci semakin mereka menang di mana-mana. banyaknya korban penindasan mereka disebabkan bukan karena jumlah mereka bukan karena persaudaraan mereka tapi karena ilmu dan teknologi mereka. liat ayat di bawah ini
    “Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (ilmu)”
    ingat einstein, oerted, faraday, thomas alfa edison dan banyak ilmuan barat yang berhasil mengembangkan ilmu setelah mengkaji alqur’an ini adalah realita. dan masih banyak lagi.
    namun disisi lain orang islam mempelajari Alqur’an dan hadist justru malah mendirikan kelompok sendiri sendiri semua mengatasnamakan ahlul sunnah wal jama’ah. kenapa tidak berpikir mendirikan perkumpulan muslim yang mengkaji Alqur’an dan menciptkan teknologi yang mampu mengimbangi mereka. mungkin kita punya kesempatan untuk menang atau seminimal mungkin bisa mempertahankan diri.
    “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. (Ar’arad 11)
    hai saudaraku ngomomg itu mudah tapi harus ada yang berpikir dan memulai bagaimana kita melawan mereka.
    (jangan melawan mereka hanya dengan pedang dan naik kuda jaman udah lain bung) mari gabung dengan aku(komunitas pengembang ilmu dan teknologi untuk selamatkan muslim).


Comment: